Perkembangan Bayi Usia 11 Bulan
Perkembangan Bayi Usia 11 Bulan
Pada usia 11 bulan, ocehan si Kecil semakin terdengar seperti kata-kata yang bermakna. Ia juga mulai bisa merapikan mainannya dan menamakan benda-benda. Ketahui selengkapnya di sini.
Daftar Isi [Tutup]
Setiap bayi adalah individu unik yang akan mencapaimilestone-nya dengan kecepatan masing-masing. Kami dari Tim Ahli Nutriclub akan menjelaskan kepada Ibu tentang perkembangan bayi usia 11 bulan.
Belajar Bicara
Ocehan si Kecil semakin terdengar seperti kata-kata yang bermakna. Ibu bisa mendorong kemauan si Kecil untuk semakin tertarik berbicara dan membangun kemampuan berbahasa dengan cara merespon kata-katanya. Si Kecil mungkin sudah bisa menirukan kata-kata dan mulai mengerti perintah sederhana, misalnya "Bawa ke sini bolanya." atau "Tolong ambilkan sendok itu." Tegaskan hal tersebut dengan bahasa tubuh. Misalnya, dengan menunjuk ke benda yang Ibu maksud. Atau, katakan padanya, "Mana hidungmu?" lalu tunjuklah hidung si Kecil. Jangan lupa untuk memberi si Kecil pujian ketika ia berhasil berbicara. Mungkin ia akan menjawab dengan caranya sendiri atau dengan bahasa tubuh. Misalnya, menggelengkan kepala untuk mengatakan tidak.
Cemas Berpisah dengan Ibu
Si Kecil sangat menyayangi Ibu dan bergantung pada Ibu. Maka, ia menjadi tertekan jika Ibu pergi meninggalkannya. Jika Ibu harus meninggalkan si Kecil di day care atau di rumah bersama pengasuh, jangan memperlama ucapan perpisahan pada si Kecil. Ia akan berhenti menangis ketika Ibu sudah pergi. Ajarkan pada si Kecil bahwa Ibu masih ada meskipun tidak terlihat olehnya. Misalnya, jika si Kecil pergi ke luar kamar, tunggu sebentar sebelum mengikutinya. Atau, jika Ibu yang pergi meninggalkan si Kecil ke ruangan lain, panggil si Kecil dan jangan langsung menghampirinya jika ia menangis.
Merapikan Mainan
Si Kecil bisa diajak merapikan mainannya meskipun ia belum mengerti maksud dari aktivitas tersebut. Ibu bisa membuatnya menjadi permainan, yaitu memasukkan benda ke dalam wadahnya. Beri si Kecil mainan yang tidak terlalu besar untuk dirapikan. Tentu, si Kecil akan membutuhkan Ibu untuk mendampinginya.
Menamakan Benda-benda
Semakin sering Ibu mengajarkan nama-nama benda pada si Kecil, maka semakin cepat ia pandai berbicara. Ajak si Kecil berbicara sesering mungkin. Misalnya, dengan menghitung anak tangga yang dinaikinya, atau menyebutkan warna serta nama buah-buahan dan sayuran di supermarket. Bacakan buku cerita pada si Kecil dan tunjukkan nama dari gambar yang ada di buku tersebut. Atau, Ibu bisa membiarkan si Kecil memilih. Misalnya tanyakan pada si Kecil, ia mau memakai baju merah atau biru, atau ia mau bermain bola atau mobil-mobilan. Mungkin si Kecil tidak akan menjawabnya, tetapi perhatikan apa yang ia lakukan
Belajar Berjalan
Saat ini, mungkin si Kecil mulai berani melangkahkan kakinya untuk berjalan. Tetapi jika belum, maka Ibu tidak perlu khawatir. Beberapa bayi yang normal baru bisa berjalan pada usia 16-17 bulan. Ibu bisa mengajarkannya berjalan dengan cara berdiri atau berlutut di hadapan si Kecil dan mengulurkan tangan Ibu kepadanya. Atau, pegang kedua tangan si Kecil dan buat ia melangkah ke arah Ibu.
Bermain Melempar dan Mendorong
Saat ini, si Kecil lebih senang bermain mendorong, melempar, dan membongkar mainannya. Ia suka memberikan mainannya kepada Ibu lalu mengambilnya kembali, atau menaruh mainan ke dalam container dan mengeluarkannya kembali. Di usia ini, Ibu bisa memberi si Kecil balok mainan dan ember plastik untuk bermain.
Berikut ini adalah tahapan perkembangan anak umur 9-12 bulan:
- Mengangkat badannya ke posisi berdiri
- Belajar berdiri selama 1-2 detik
- Dapat belajar dengan dituntun
- Mengulurkan tangannya untuk mendapatkan mainan
- Menggenggam erat pensil
- Memasukkan benda ke mulut
- Menyebut 2-3 suku kata tanpa arti
- Senang bermain cilukba
- Mulai mengenali anggota keluarganya dan takut dengan orang yang tidak dikenal
Berikut ini adalah berbagai stimulasi yang dapat Ibu berikan pada si Kecil yang berusia 11 bulan untuk mencapai perkembangan optimal:
1. Kemampuan gerakan motorik kasar
- Berjalan sendiri
Bantu si Kecil agar ia mau berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan. Ibu bisa membuat permainan, seperti meminta si Kecil berjalan ke pelukan Ibu untuk mendapatkan dekapan atau mainan yang disukainya. Beri pujian jika si Kecil mau berjalan beberapa langkah. Bila si Kecil belum siap berjalan, tunggu beberapa hari dan coba lagi.
- Naik tangga
Tunjukkan kepada si Kecil cara naik tangga dengan merangkak, kemudian biarkan ia menuruni tangga dengan melangkahkan kakinya. Gunakan tangga yang rendah, dan jangan tinggalkan si Kecil sendirian.
2. Kemampuan gerakan motorik halus
- Bermain di dapur
Biarkan si Kecil bermain di dapur ketika Ibu sedang memasak. Pilih lokasi yang jauh dari kompor. Letakkan sebuah kotak tempat menyimpan alat masak dari plastik atau benda-benda yang ada di dapur, seperti gelas, mangkuk, sendok dan tutup gelas dari plastik.
3. Kemampuan berbicara dan berbahasa
- Bersenandung dan bernyanyi
Nyanyikan lagu dan bacakan syair anak kepada si Kecil sesering mungkin.
4. Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian
- Menarik mainan yang letaknya agak jauh
Ajari si Kecil untuk mengambil sendiri mainan yang letaknya jauh dengan cara meraih, menarik, atau mendorong badannya, supaya dekat dengan mainan tersebut. Ibu bisa meletakkan mainan bertali yang berjarak agak jauh, lalu ajarkan si Kecil cara menarik tali untuk mendapatkan mainan tersebut. Simpan mainan bertali tersebut saat Ibu tidak dapat mengawasi si Kecil
Demikian artikel ini semoga bermanfaat info lebih lanjut klik disini
Lebih baru
Pelanggan yang komplain dan kecewa
Lebih lama
mengantri dengan sabar di pesawat
0 Komentar
Posting Komentar