10 Cara Mengajar Anak Paud

Berbagi :

10 Cara Mengajar Anak Paud

Daftar Isi [Tutup]

  1. 10 Cara Mengajar Anak Paud
  2. 1. Learning Conditioningpembelajaran yang efektif adalah dengan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan nyaman bagi siswa maupun guru. Pengkondisian Ruang Belajar Pengkondisian Kesiapan Psikis Siswa untuk Belajar Pengkondisian Kesiapan Fisik Siswa untuk Belajar Pengkondisian Minat Belajar Siswa Pengondisian Antusias Siswa di Tengah Pembelajaran Pengkondisian Akhir Pembelajaran 2. Interactive Learning
  3. 2. Interactive Learning
  4. Interaktif berarti ada komunikasi aktif antara guru dengan siswa, antara media pembelajaran dengan siswa, maupun antara siswa dengan siswa. Maka dari itu guru harus bisa men-desain pembelajaran yang bisa menampakkan komunikasi aktif selama KBM. Guru harus banyak mengadakan diskusi klasikal dalam pembelajaran. Sehingga siswa akan terpacu untuk menyampaikan gagasan dan pendapatnya. Guru harus memberi kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil karya/hasil pekerjaannya. Guru memfasilitasi siswa dalam kegiatan belajar kelompok. Guru dalam menyampaikan ceramah pembelajaran harus memperhatikan teknik bicara, teknik eye contact, ekspresi wajah, hingga pemilihan kata dalam penyampaian poin-poin materi yang disampaikan. Hal ini penting agar siswa senantiasa antusias untuk memperhatikan saat guru berceramah. Guru memanfaatkan media pembelajaran interaktif. 3. Applied LearningPembelajaran yang aplikatif berarti suatu kegiatan belajar yang menuntut siswa untuk melakukan praktik langsung untuk lebih memahami materi. Pengamatan/Observasi bisa diterapkan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan pengenalan suatu fenomena yang ada di lingkungan sekitar Simulasi dilakukan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan keterampilan merangkai/menyusun/membuat sesuatu. Sosiodrama/Bermain peran. Sosiodrama dan bermain peran diterapkan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan penanaman karakter. Demonstrasi diterapkan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan keterampilan dalam mempraktikkan suatu materi. Wawancara dapat diterapkan untuk mempelajari materi yang beragam sesuai dengan kompetensi narasumber.  Pembuatan Proyek/Produk. Pembuatan Proyek/Produk dapat diterapkan dalam materi pembelajaran yang bertujuan untuk dapat menghasilkan proyek/produk. 4. Scanning and Levellingmenganalisis  perbedaan anak dan tingkat kecerdasan anak sangat penting dilakukan dalam mengajar anak Paud/TK/SD . Guru bisa menganalisis tingkat kecerdasan anak melalui pencapaian hasil belajar anak.  Guru menerapkan cara belajar auditori dalam KBM. Auditori adalah cara belajar yang lebih mengandalkan pendengaran. Guru menerapkan cara belajar visual dalam KBM.Visual adalah cara belajar yang lebih mengandalkan penglihatan/pengamatan. Guru menerapkan cara belajar  kinestetik dalam KBM.Kinestetik adalah cara belajar yang lebih mengandalkan indra peraba dan aktifitas fisik. Guru mengumpulkan semua hasil analisis tingkat kecerdasan siswa dan cara belajar siswa. Guru mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kecerdasan.  Guru mengelompokkan siswa berdasarkan cara belajar.  Guru menerapkan pembelajaran yang mengacu pada cara belajar auditori, visual, dan kinestetik secara seimbang agar semua siswa dapat belajar dengan baik sesuai dengan cara belajar masing-masing. Guru memberi perhatian khusus kepada siswa yang masuk dalam kategori perlu bimbingan dan dapat menjadikan siswa berkategori cerdas sebagai tutor sebaya bagi teman yang perlu bimbingan. 5. Discussion and feedbackDiskusi bertujuan untuk mempertajam pemahaman siswa dan memecahkan masalah (tentang suatu materi) secara bersama-sama. Sedangkan feedback (umpan balik) adalah jawaban sekaligus penguatan dari guru tentang materi yang sedang dibahas. Diskusi klasikal (Rain Storming Group). Diskusi siswa lingkup satu kelas. Setiap siswa bebas untuk bertanya, menjawab, dan berpendapat. Diskusi Panel. Diskusi siswa lingkup satu kelas namun dalam satu kelas dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok mewakilkan 1-2 anggota sebagai juru bicara dalam bertanya, menjawab, maupun berpendapat. Diskusi WholeGroup. Diskusi dengan jumlah maksimal 15 orang per kelompok. Diskusi Buzz Group. Diskusi dengan jumlah maksimal 4-6 orang per kelompok. Diskusi Sundicate Group. Diskusi kelompok kecil 3-5 orang. Setiap kelompok yang ada di kelas mendiskusikan masalah yang berbeda.
  5. 6. Story Telling
  6. 7. Analogy and Case Study
  7. 8. Teaching and Motivating
  8. 9. Body Language
  9. 10. Picture and Graph Technology
  10. LPGTK - Tadika Puri
cara mengajar anak Paud TK SD agar pembelajaran berjalan baik efektif dan menyenangkan adalah hal penting untuk guru.

1. Learning Conditioningpembelajaran yang efektif adalah dengan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan nyaman bagi siswa maupun guru.
  • Pengkondisian Ruang Belajar
  • Pengkondisian Kesiapan Psikis Siswa untuk Belajar
  • Pengkondisian Kesiapan Fisik Siswa untuk Belajar
  • Pengkondisian Minat Belajar Siswa
  • Pengondisian Antusias Siswa di Tengah Pembelajaran
  • Pengkondisian Akhir Pembelajaran


2. Interactive Learning

Interaktif berarti ada komunikasi aktif antara guru dengan siswa, antara media pembelajaran dengan siswa, maupun antara siswa dengan siswa. Maka dari itu guru harus bisa men-desain pembelajaran yang bisa menampakkan komunikasi aktif selama KBM.
  • Guru harus banyak mengadakan diskusi klasikal dalam pembelajaran. Sehingga siswa akan terpacu untuk menyampaikan gagasan dan pendapatnya.
  • Guru harus memberi kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil karya/hasil pekerjaannya.
  • Guru memfasilitasi siswa dalam kegiatan belajar kelompok.
  • Guru dalam menyampaikan ceramah pembelajaran harus memperhatikan teknik bicara, teknik eye contact, ekspresi wajah, hingga pemilihan kata dalam penyampaian poin-poin materi yang disampaikan. Hal ini penting agar siswa senantiasa antusias untuk memperhatikan saat guru berceramah.
  • Guru memanfaatkan media pembelajaran interaktif.
3. Applied LearningPembelajaran yang aplikatif berarti suatu kegiatan belajar yang menuntut siswa untuk melakukan praktik langsung untuk lebih memahami materi.
  • Pengamatan/Observasi bisa diterapkan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan pengenalan suatu fenomena yang ada di lingkungan sekitar
  • Simulasi dilakukan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan keterampilan merangkai/menyusun/membuat sesuatu.
  • Sosiodrama/Bermain peran. Sosiodrama dan bermain peran diterapkan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan penanaman karakter.
  • Demonstrasi diterapkan untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan keterampilan dalam mempraktikkan suatu materi.
  • Wawancara dapat diterapkan untuk mempelajari materi yang beragam sesuai dengan kompetensi narasumber. 
  • Pembuatan Proyek/Produk. Pembuatan Proyek/Produk dapat diterapkan dalam materi pembelajaran yang bertujuan untuk dapat menghasilkan proyek/produk.
4. Scanning and Levellingmenganalisis  perbedaan anak dan tingkat kecerdasan anak sangat penting dilakukan dalam mengajar anak Paud/TK/SD .
  • Guru bisa menganalisis tingkat kecerdasan anak melalui pencapaian hasil belajar anak. 
  • Guru menerapkan cara belajar auditori dalam KBM. Auditori adalah cara belajar yang lebih mengandalkan pendengaran.
  • Guru menerapkan cara belajar visual dalam KBM.Visual adalah cara belajar yang lebih mengandalkan penglihatan/pengamatan.
  • Guru menerapkan cara belajar  kinestetik dalam KBM.Kinestetik adalah cara belajar yang lebih mengandalkan indra peraba dan aktifitas fisik.
  • Guru mengumpulkan semua hasil analisis tingkat kecerdasan siswa dan cara belajar siswa.
  • Guru mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kecerdasan. 
  • Guru mengelompokkan siswa berdasarkan cara belajar. 
  • Guru menerapkan pembelajaran yang mengacu pada cara belajar auditori, visual, dan kinestetik secara seimbang agar semua siswa dapat belajar dengan baik sesuai dengan cara belajar masing-masing.
  • Guru memberi perhatian khusus kepada siswa yang masuk dalam kategori perlu bimbingan dan dapat menjadikan siswa berkategori cerdas sebagai tutor sebaya bagi teman yang perlu bimbingan.
5. Discussion and feedbackDiskusi bertujuan untuk mempertajam pemahaman siswa dan memecahkan masalah (tentang suatu materi) secara bersama-sama. Sedangkan feedback (umpan balik) adalah jawaban sekaligus penguatan dari guru tentang materi yang sedang dibahas.
  • Diskusi klasikal (Rain Storming Group). Diskusi siswa lingkup satu kelas. Setiap siswa bebas untuk bertanya, menjawab, dan berpendapat.
  • Diskusi Panel. Diskusi siswa lingkup satu kelas namun dalam satu kelas dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok mewakilkan 1-2 anggota sebagai juru bicara dalam bertanya, menjawab, maupun berpendapat.
  • Diskusi WholeGroup. Diskusi dengan jumlah maksimal 15 orang per kelompok.
  • Diskusi Buzz Group. Diskusi dengan jumlah maksimal 4-6 orang per kelompok.
  • Diskusi Sundicate Group. Diskusi kelompok kecil 3-5 orang. Setiap kelompok yang ada di kelas mendiskusikan masalah yang berbeda.

6. Story Telling

Metode bercerita adalah penyampaian atau penyajian materi pembelajaran secara lisan oleh guru dalam bentuk cerita/dongeng.
  • Bercerita dengan alat peraga boneka.
  • Bercerita dengan alat peraga gambar seri.
  • Bercerita dengan media visual tanpa suara (animasi)
  • Bercerita dengan alat peraga wayang
  • Bercerita sambil menggambar
  • Bercerita melalui papan flanel
  • Bercerita melalui buku pop up

7. Analogy and Case Study

perumpamaan dan study kasus ini anak akan diasah kemampuan imajinasinya dan mengaitkannya dengan materi  yang sedang dikaji. Studi kasus bisa diambil dari pengalaman guru, pengalaman siswa, berita dari media, maupun contoh cerita dari buku. 

8. Teaching and Motivating

Mengajar dengan selalu  memotivasi peserta didik akan dapat  meningkatkan gairah belajar dan rasa keingintahuan yang tinggi.
  • Mengapresiasi positif setiap tanggapan/pendapat/ide/pertanyaan yang dilontarkan siswa.
  • Memotivasi siswa untuk terus rajin belajar agar mendapatkan nilai terbaik.
  • Memberi reward sederhana atas keberhasilan siswa (contoh:tambahan poin, pemberian tanda bintang di papan prestasi dll)
  • Menghargai setiap hasil pekerjaan siswa.

9. Body Language

Penggunaan bahasa tubuh yang baik dalam mengajar akan  membuat penyampaian bertambah terang, lebih jelas, dan lebih menarik perhatian siswa.
  • Lakukan kontak mata kepada siswa secara merata.
  • Posisi mengajar menghadap kepada siswa secara keseluruhan.
  • Gunakan gerak tangan untuk memvisualisasikan sesuatu.
  • Berpindah tempat sedikit-demi sedikit namun tetap bisa berhadapan degan siswa secara keseluruhan.
  • Penekanan intonasi suara pada poin-poin yang penting.

10. Picture and Graph Technology

Penggunaan media gambar dan desain grafis juga menjadi opsi penting untuk dapat mengajar anak PAUD/TK/SD dengan efektif.  Anak akan sangat tertarik untuk melihat gambar/video visual.
  • Poster pembelajaran
  • Gambar seri pembelajaran
  • Kartu belajar bergambar
  • Alat peraga gambar peta
  • Gambar peta konsep/peta pikiran/siklus
  • Gambar bagan
  • Gambar animasi bergerak
  • Foto tokoh/pahlawan
  • Gambar sketsa
  • Komik pembelajaran
  • Gambar diagram/grafik



LPGTK - Tadika Puri

  
Lebih lama

0 Komentar

Posting Komentar